Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Kesehatan Anggota Pam Operasi Kepolisian Oleh Urkes Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Sabtu, 25 Maret 2017

Antisipasi Penculikan Anak, Polres Kulonprogo Dan Jajaran Gencarkan Patroli di Jam Sekolah


Belakangan mencuat sejumlah kabar penculikan anak yang terjadi di wilayah DIY Khususnya wilayah Kulonprogo. Informasi terakhir dugaan percobaan penculikan anak terjadi di Sentolo.

Terkait peristiwa tersebut, Kepolisian Resor Kulonprogo pun bergerak untuk melakukan pengawasan dan pengamanan terutama ketika jam pulang sekolah. Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai,S.H,S.I.K menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli pada jam sekolah.
Patroli pada jam sekolah ini sebenarnya sudah lama digalakkan Polres Kulonprogo dan Jajaran. Namun, saat ini jangkauan dan intensitas patroli lebih ditingkatkan.


“Pengawasan dan pengamanan saat pulang sekolah menjadi perhatian kami. Kedepan akan lebih kami tingkatkan lagi,” katanya.Namun, lanjut Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai,S.H,S.I.K, peran orangtua dan pihak sekolah juga sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak agar tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal.

“Kami mengimbau agar baik orangtua, sekolah maupun masyarakat juga ikut menjaga lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

Demi Kenyamanan Bekerja, Polsek Lendah Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan Kantor


Dalam upaya menciptakan situasi yang nyaman di lingkungan kerja, sejumlah personil Posek Lendah melakukan kerja bakti di sekitar kantor, Sabtu (25/3/2017).

Kapolsek Lendah AKP Sutarno,SH memimpin langsung kerja bakti yang diikuti seluruh anggota. Mereka membersihkan lingkungan dengan memungut sampah yang ada. Selain itu rumput pada halaman yang sudah panjang dicabut.

Kapolsek Lendah AKP Sutarno,SH mengatakan pada musim hujan saat ini, menjadikan halaman kantor Polsek Lendah dipenuhi rumput yang tumbuh subur. Daun yang berjatuhan dari pohon disekitar juga nampak berserakan.


Hal tersebut membuat pihaknya berinisiatif melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kerja bakti dilaksanakan setelah apel pagi menggunakan peralatan seperti sapu, cikrak, tempat sampah dan alat lainnya.

Tidak hanya pada halaman, seluruh bagian kantor tidak luput dari kegiatan tersebut. Selain membersihkan sampah dan rumput ada juga anggota yang mengecat pagar keliling.

“Kantor yang bersih tentu saja akan membuat nyaman baik petugas maupun masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan,” kata AKP Sutarno,SH.

Menurut AKP Sutarno,SH kegiatan serupa akan lebih sering dilakukan mengingat polsek merupakan salah satu sarana pelayanan masyarakat yang harus dijaga dan dirawat demi pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.

Angka Kecelakaan Di Wilayah Pengasih Masih Tinggi


Kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif menuju kota Wates atau tepatnya di Jalan Mandung kembali terjadi pada Jumat (24/03/2017) sekira pukul 14.30 WIB. Akibat kecelakaan itu, dua orang mengalami luka serius dan harus menerima perawatan medis.

Kecelakaan diketahui  melibatkan dua buah sepeda motor. Honda Supra dengan nomor polisi B 6687 TPC yang dikendarai oleh Sujiman (49), warga Clawer, Desa Pengasih ditabrak oleh sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi AB 6958 BL yang dikendarai oleh Rahayu Amru Rofiqoh (48), warga perum Griya Kepek, Desa Pengasih.

Menurut salah seorang saksi Paniyo (50), semula kedua sepeda motor melaju dari yang sama yakni dari arah utara ke selatan. Namun secara mendadak sepeda motor Honda Supra berbelok ke kanan. Karena jarak yang sangat dekat, sepeda motor Yamaha Mio langsung menabrak kendaraan yang ada di depannya tersebut.

”Tadi memang mendadak juga beloknya, meskipun yang Honda sudah menyalakan lampu sein. Tadi ada yang luka di kepala,” ujar Paniyo.

Mengetahui adanya kejadian ini, sejumlah warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian langsung berusaha memberikan pertolongan dan melaporkan ke Mapolsek Pengasih. Sementara petugas Unit Lalu Lintas yang tiba di lokasi kejadian, selain mengevakuasi kedua korban ke RSUD Wates, juga meminta keterangan sejumlah saksi serta melakukan olah TKP.

Tabrak Truk Mogok,Warga Temon Jadi Korban Laka-Lantas

Kecelakaan kembali terjadi di jalan nasional atau tepatnya di jalan Yogyakarta-Purworejo Km. 1 Sebokarang, Triharjo, Kecamatan Wates, Jumat (24/03/2017) malam. Kecelakaan tersebut mengakibatkan Sayuti (59), warga Sidatan, Kalidengen, Kecamatan Temon meninggal di lokasi kejadian.


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kecelakaan tersebut bermula ketika Sayuti mengendarai sepeda motor berjenis Honda Vario dengan Nopol AB 6752 HL dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Tepat di lokasi kejadian, tengah diparkirkan sebuah truk tronton dengan Nopol B 9029 DW yang dikemudikan oleh Kuswandi, warga Mayangan, Probolinggo sejak Jumat siang.

”Karena penerangan di lokasi kurang jelas, sedangkan truk tak bisa menyalakan lampu peringatan karena dinamo mengalami kerusakan serta tak dilengkapi dengan rambu-rambu segitiga sehingga pengendara sepeda motor tak ada kesempatan mengerem dan langsung menghantam bagian belakang truk,” ujar Ipda Toha, Kanit Laka Satlantas Polres Kulon Progo, Jumat (24/03/2017) ditemui di sela-sela olah TKP.

Pria sepuh tersebut meninggal di lokasi kejadian lantaran benturan hebat yang dialami dan mengakibatkan pendarahan hebat di bagian kepala. Proses evakuasi korban sendiri sempat memakan waktu beberapa saat karena bangkai motor dan jenazah korban nerada di bawah sasis truk dalam kondisi ringsek parah dan terjepit.

”Saat ini korban sudah kami larikan ke Kamar Jenazah RSUD Wates sebelum keluarga mengambil jenazah. Sedangkan sopir truk untuk sementara kami bawa ke Polres Kulon Progo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Ipda Toha.

Jumat, 24 Maret 2017

Sebar Berita Hoax, Seorang Guru Diberi Sanksi Sosial



Pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih bijak menyebar kabar. Diduga menyebarkan hoax alias kabar bohong yang meresahkan, seorang guru SMP 1 Kokap, Sukirdja, harus disidang warga Desa Kalirejo serta mendapatkan sanksi sosial.

Sidang warga itu dilakukan di Balai Dusun Sengir, Jumat (24/3/2017). Selain pelaku yang berprofesi sebagai guru bimbingan dan konseling (BK), pertemuan dihadiri puluhan warga serta para tokoh desa, kepala sekolah, dan Kapolsek Kokap AKP Satrio Arif, S.H.

Warga menuntut pelaku untuk meminta maaf atas kelakuannya karena menyebarkan kabar bohong tanpa bukti dan telah membawa keresahan bagi warga.

Persidangan berjalan kondusif dan komunikatif. Hasil sidang, warga bersepakat untuk tidak meneruskan persoalan itu ke ranah hukum.

Namun, pelaku diminta untuk meminta maaf di media massa selama tiga kali berturut-turut setiap Senin serta memberikan bantuan unit lampu penerangan jalan dusun setempat.

Kepala Desa Kalirejo, Lana mengatakan bahwa kabar bohong itu sudah sangat meresahkan warga. Tidak hanya masyarakat di Kalirejo melainkan juga segenap pejabat desa dan warga di perantauan.

“Warga Kalirejo di perantauan ini sangat gelisah dan risau dengan kabar itu. Warga di Sengir kan hanya 84 rumah tapi dalam kabar itu disebutkan ada 76 rumah yang terkena bencana. Jadi, mereka khawatir rumah dan keluarganya di sini ikut terkena bencana,” kata Lana.

Perkara itu sendiri bermula ketika Sukirdja mengunggah sebuah pesan ke grup chatting Whatsapp siswa SMP 1 Kokap, 18 Maret lalu.

Pesan itu berisi kabar bahwa di Pedukuhan Sengir terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan 76 rumah rusak, 9 orang meninggal dunia, 32 orang luka-luka, 39 orang belum ditemukan, dan 247 orang warga harus mengungsi.

Sontak, kabar ini kemudian langsung menyebar dengan cepat dan membawa keresahan di kalangan warga Kalirejo.

Bahkan kabar itu juga sempat dikonfirmasikan dalam komunikasi radio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo dengan komunitas relawan kebencanaan setempat, termasuk oleh para anggota komunitas siaga bencana Kalirejo

Pengajian Cak Nun Di Laguna Glagah



Sebanyak 65 personil Polres Kulonprogo dibantu Polsek Temon melaksanakan pengamanan pengajian dengan mengundang Cak Nun beserta Kiai Kanjeng di Laguna Pantai Glagah, Temon, Jum'at (24/3)

Kompol Warno selaku koordinator pengamanan pukul 17.00 wib mengecek pasukan dan memberikan arahan kepada anggota sebelum pelaksanaan pengamanan. Kompol Warno membagi tugas kepada masing-masing anggota. "saya harap rekan-rekan sekalian melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggungjawab sampai akhir acara" tegas Kompol Warno.


Kegiatan pengajian yang diisi Cak Nun ini mengambil tema "Angon Kahanan Anyar". Pengambilan tema tersebut karena memang menurut rencana daerah Glagah akan menjadi tempat baru yaitu Bandara Internasional yang diberi nama New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Tak kurang dari 1000 jamaah dan warga setempat mengikuti pengajian tersebut dengan tertib dan damai. Setidaknya pengajian yang menenteramkan jiwa seperti ini yang dibutuhkan warga untuk sejenak meninggalkan rutinitas kehidupan menuju rohani yang lebih baik.


Humas Polres Kulonprogo

Issu Penculikan, Butuh Kepedulian Bersama

Polsek Gelar Penyuluhan, Antisipasi Penculikan Anak Kembali Terjadi

Adanya informasi percobaan penculikan terhadap anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar, membuat jajaran Binmas Polsek Pengasih menggelar penyuluhan yang diikuti oleh puluhan masyarakat serta ibu rumah tangga di Balai Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih, Kamis (23/03/2017).

Dalam penyuluhan tersebut, selain diberikan materi tentang tata cara peradilan anak, disampaikan juga tentang pengawasan dari orangtua dari maraknya geng motor serta dugaan akan terjadinya penculikan yang kini tengah menjadi issu ditengah masyarakat.

Menurut Kasihumas Polsek Pengasih, Aiptu Suparyono, dalam penyuluhan tersebut lebih dari 65 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat serta ibu rumah tangga dihadirkan agar lebih peduli dengan kejadian dilingkungan sekitar khusus pada generasi muda.

”Memang butuh kepedulian warga untuk selalu mengantisipasi, mulai dari keluarga mereka sendiri maupun dilingkungan masyarakat,” ujar AiptuSuparyono.

Maraknya geng motor serta adanya issu dugaan tindak penculikan juga menjadi materi dalam penyuluhan, agar masyarakat lebih memperhatikan tiap pergaulan dari anaknya masing-masing, sehingga bisa meminimalisir adanya kejadian yang tidak diinginkan bersama.

”Ini kan bentuk antisipasi, sehingga adanya geng motor seperti klithih dan dugaan tindak penculikan bisa kita cegah bersama-sama,” tambahnya.

Petugas dari Unit Binmas Polsek Pengasih juga menghimbau agar masyarakat yang masih memiliki anak dan duduk di bangku sekolah dasar serta biasa dijemput saat pulang sekolah, bisa dilakukan lebih awal sehingga adanya khabar dari dugaan tindak penculikan anak bisa dicegah.

”Himbauan kita untuk para orangtua bisa lebih awal saat hendak menjemput anak, sehingga yang kini marak menjadi isu adanya penculikan anak bisa diantisipasi,” pungkasnya.